Sabtu, 04 Juli 2026

Aku dan Hidup yang Biasa Saja

Hari ini aku bangun siang. Tepat pukul sepuluh. Walau itu masih termasuk pagi, tapi kata ibu itu namanya kesiangan.

Aku lantas mandi. Ada tai kucing di lantai kamar mandi. Aku menyiramnya. Padahal itu bukan kucingku. Itu kucing liar yang tinggal di rumahku. Dia numpang makan dan numpang berak. Sebagai tanda terima kasih, dia menangkap tikus di dapur ibu. Walau bagiku kucing itu sebaiknya dibuang, tapi menurut ibu itu namanya kasihan.

Habis mandi aku ke kamar. Pakai baju dan lain-lain. Mataku memandang sebungkus pembalut di atas rak. Tinggal dua. Untung kemarin aku sudah membeli sebungkus pembalut dengan ekstrak daun sirih. Juga katanya pembalut itu dapat memberi sensasi dingin semriwing. Kapan aku akan datang bulan? Menurut kalender dua hari lagi. Kalau memang benar semriwing, maka akan enak. Tapi kalau tidak, maka itu namanya korban iklan.


Di atas plafon kamarku ada ratusan semut hitam yang sudah berbaris melintasi tembok, turun ke rak buku, menuju jendela. Kalau ada sebaris semut yang melintas di pinggir rak buku, aku suka menyemproti mereka dengan parfum KW yang aku beli di shopee. Kukira parfum itu enak, tapi ternyata tidak. Kukira aku telah sia-sia membelinya, tapi ternyata sekarang berguna. Lumayan, aku tidak usah beli Baygon atau Bagus Kapur Ajaib. Parfum KW-ku cukup manjur menyingkirkan semut hitam itu.

Kemudian aku meraih kotak sepatu warrior hitam yang sudah berumur hampir sepuluh tahun. Kalau pakai sepatu ini, aku tidak lantas menjadi warrior. Aku tetaplah orang biasa yang sering bingung tentang ini-itu. Kalau bisa memilih, pasti aku memilih jadi warrior yang dengan mudah menumpas masalah. Untukku itu impian, tapi untuk ibuku itu namanya ngayal.

Aku keluar dari kamarku, menuju belakang rumah, tempat sepeda motorku berada. Spionnya cuma satu. Aku menghidupkan mesinnya. Di POM bensin aku salah mengambil jalur antrian. Akhirnya aku membeli Pertamax alih-alih Pertalite. Pasti motorku membatin, "tumben, nih".


Kucing Manis, 19-01-2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hanya Untuk Bersembunyi

Pada hari ini, detik ini, aku bangun dan memilih untuk kembali telanjang. Aku menanggalkan pakaianku, topiku, kasutku, selendangku, cincinku...