Senin, 25 Mei 2026

Merayu Tuhan (2)

Tuhan apakah bisa?

hujan yang turun itu

kupetik seperti senar

yang bersiul merdu sekali

--

Tuhan apakah bisa?

kembang yang mekar itu

kurangkai seperti cahaya

yang berpendar terang sekali

--

Tuhan apakah bisa?

segara yang bergulung itu

kuredam seperti getar

yang bergemuruh pelan sekali


19/5/2026



Jika Tuhan bosan

Seandainya Kau telah bosan

menanamku di taman, Tuhan.

Jadikan saja aku serdadu

agar mudah bagiku

menawan nya.


19/5/2026



Merayu Tuhan

Tuhan, maukah Kau

sekali lagi mekar

di pekaranganku?

--

sebab bisa jadi aku ini

selembar tanah tandus

yang pada musimMu

aku kerap lenyap.


Tuhan, maukah Kau

sebentar lagi duduk

di tepian diriku?

--

sebab mungkin saja aku ini

sebilah bangku kosong

yang pada hadirMu

aku jengah singgah.


19/5/2026



Kelopak

jika aku kaki,

maka kau adalah telapak

lalu kita bersijingkat

mengeja debu lantai.

jika aku mata,

maka kau adalah kelopak

lalu kita berlinang

menyeka terang matahari.

jika aku jantung

maka kau adalah degub

lalu kita berdetak

mengitari jarum waktu.


16/5/2026



Dari semuanya

Dari semuanya

aku cuma ingin

menjadi luas,

karena aku telaga

tempatmu nyaman tenggelam.


Dari semuanya

aku cuma ingin

menjadi rumpang,

karena aku lengang

tempatmu lega membisu.


Dari semuanya

aku cuma ingin

menjadi renggang,

karena aku celah

tempatmu tenang menyelinap.


16/5/2026



SEMBURAT

lengkap dengan semburat erat

aku kalang kabut

menangkapmu


lengkap dengan gemuruh teduh

aku busung lapar

menginginkanmu


lengkap dengan deru sendu

aku mati kutu

merengkuhmu

...

busur panahku kendur

rinduku lebur.


16/5/2026



Larung

seharusnya rinduku

tak usah kusemai

menjadi purnama

bulat, utuh.

sebab kau adalah

separuh bulan sabit

yang pada lengkungmu itu,

aku tergelincir.

seharusnya cintaku

tak perlu kuperam

menjadi anak panah

lurus, tajam.

sebab kau adalah

seutas tali busur

yang pada tarikanmu itu,

aku terpelanting.

seharusnya hatiku

tak usah kubangun

menjadi bahtera

hangat, tenang.

sebab kau adalah samudera

yang pada deburmu itu,

aku tenggelam.


4/5/2026 




Hanya Untuk Bersembunyi

Pada hari ini, detik ini, aku bangun dan memilih untuk kembali telanjang. Aku menanggalkan pakaianku, topiku, kasutku, selendangku, cincinku...