Minggu, 15 Maret 2026

Tuhan dalam satu babak

Tuhan melebur dalam

lakon satu babak,

suara-Nya menjelma

percakapan sengit antara

kenapa dan karena.

Tuhan menguap dalam

kebun satu petak,

raga-Nya menjelma

halimun tipis antara

pendar dan sinar.

Tuhan mendengkur dalam

rosari satu utas,

wajah-Nya menjelma

pembuluh nadi antara

terjal dan kekal.


15/2/2026



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hanya Untuk Bersembunyi

Pada hari ini, detik ini, aku bangun dan memilih untuk kembali telanjang. Aku menanggalkan pakaianku, topiku, kasutku, selendangku, cincinku...