Senyawa ibuku senantiasa melebur dalam sel-sel tubuhku. Mengalir tanpa henti ke buku-buku jariku. Menggerakkan tanganku untuk memintal mimpi-mimpi yang kadang kandas.
Sementara itu keringat bapakku kian menetes pada kebun-kebun. Menumbuhkan bunga, menyirami pagar, menyinari taman.
Dan aku masih sibuk membangun pagar-pagar bambu.
Tempatku merawat keringat bapak, tempatku menyalurkan ribuan senyawa ibu, tempatku mengupas apa yang telah kandas. Helai demi helai. Agar mereka abadi.
Agar bongkok bapakku berubah menjadi suaka, dan keriput ibuku mekar di sana-sini.
Kucing Manis,11/8/2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar