Seperti anak tangga
yang merahasiakan langkah kaki
di malam hari.
Seperti bangku taman
yang merekam dinginnya fajar
untuk diperam sampai hangat.
30.08.2021
Seperti anak tangga
yang merahasiakan langkah kaki
di malam hari.
Seperti bangku taman
yang merekam dinginnya fajar
untuk diperam sampai hangat.
30.08.2021
Seperti halnya dirimu
yang lihai membaca
kerumitan sorot mataku,
Aku pun tahu caranya
mendengar senyumanmu,
yang pemalu itu.
20.08.2021
Aku memelihara bungamu
Di bawah rekah matahari,
Aku mendengar tawa daunnya
Di sela desir angin sore,
Aku menyimpan mekarnya
Di relung pekaranganku.
20.08.2021
Tuhan meraih kuas
lalu melukis bintang
satu-satu diberi nama
satu-satu diberi tugas
yang satu untuk menuntun pelaut
sisanya jatuh, agar manusia bisa
diam-diam berharap.
15.08.2021
Seperti sebuah kebun
ibuku menanamku
dalam gua garbanya
Seperti seorang tukang kebun
bapakku menjagaku hingga mekar
Seindah-indahnya.
26.03.2023
Air air hujan meruntuhi
rindu rindu yang
kuperam
sewaktu matahari masih menggeliat.
Deru deru angin menjamah
lilin lilin doa yang
kunyalakan
sewaktu gelisah kerap singgah.
Kuncup kuncup bunga menyelimuti
relung relung batin yang
kusemai
sewaktu musim itu hampir semi.
19.11.2022
Pada jendela itu,
telah kusematkan
sederet teka-teki
untuk kau urai dalam rindumu.
Pada pintu itu,
telah kutanam
sepetak hangat
untuk kau semai dalam dadamu.
Pada rumah itu,
telah kusimpan
setaman doa
untuk kau tuai dalam hatimu.
19.11.2022
Ada sebilah doa
yang menguar hangat
melalui ekor matamu,
Dan dalam setiap gelak tawaku
aku merekam,
mengaminimu.
13.11.2022
Seekor semut merayap
di halaman buku
meniti baris-barisnya
dengan seksama,
mencari sisa jawaban
yang tercecer dari
alfabetmu.
02.10.2022
aku menghirup
aroma keriput ibuku
yang bermekaran harum sekali.
Di musim hujan
aku meringkuk
ke dalam ceruk bongkok bapakku
yang melengkung hangat sekali.
25.02.2022
Ibuku menyayangiku dengan sakti,
Dibengkokkannya perih getir itu
Menjadi relung-relung teduh.
Bapakku menyayangiku dengan sakti,
Dibasuhnya bilur memar itu
Menjadi debar-debar lega.
25.02.2022
Di dalam doa ibuku
bulir air mataku
diseduh menjadi harapan.
Di dalam doa bapakku
benih risauku
disemai menjadi tenteram.
23.02.2022
Di halaman itu,
ada daun-daun yang terlantar.
Pada tepian atap itu,
ada rintik yang sedang bergetar.
Dan di sudut-sudut hatinya itu,
ada rindu yang tidak sebentar.
13.02.2021
Dan di setiap bunga yang mekar itu
Ada nafas-nafas embun
Yang menyayanginya
Dengan jeli
Dan teliti.
12.02.2021
Tuhan bersembunyi di rimbunnya sepi
bayangannya pekat, tak dapat diikat
aromanya menguar, sekaligus samar
suaranya tenang, juga remang
Ia melesat, aku kalah cepat.
Ia berbisik, aku setengah tuli.
11.02.2020
Bulan bersinar dari tempat tinggi
melongok ke bawah
kepada hujan, temannya
yang sedang sibuk
berderai turun
membuahi pohon itu.
09.02.2020
Keresahan yang berdebur itu
akhirnya mereda,
melingkar,
bergelung jinak,
menjadi bukit-bukit rindu
15.05.2018
Seperti anak tangga yang merahasiakan langkah kaki di malam hari. Seperti bangku taman yang merekam dinginnya fajar untuk diperam sampai han...